IMG_20131125_024943

Nama Saya adalah Dwiki Novditya Bagaskara Utama, kelahiran jember 18 Nopember 1994 merupakan anak kedua dari orang tua saya. Saat ini berada di jurusan Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelutan ,ITS.

Bermula dari mimpi untuk mengikuti ajang kompetisi tingkat nasional yang tertulis pada 100 mimpi saya. Saya terus mencari kompetisi yang sesuai dengan bidang saya. Entah mungkin karena takdir, saya bisa bergabung dengan Tim Roboboat ITS. Pada 100 mimpi saya juga tertulis mengikuti kontes roboboat dan juga menjuarainya. Tim Roboboat ITS yang bernama Barunastra yaitu tim yang siap berkompetisi di Kontes kapal Cepat tak Berawak Nasional yang bernama

Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2013 (KKCTBN 2013) atau (Roboboat 2013), adalah kontes yang diselenggarakan untuk menguji kreativitas mahasiswa dalam mendesain badan kapal, menetapkan prinsip engine matching dan
merancang sistem otomasinya. Sistem penilaian kontes diberikan berdasarkan penguasaan medan atau lintasan yang dilalui oleh kapal. Kegiatan kontes KKCTBN 2012 terbagi atas tiga kategori lomba : 1) Kapal Autonomous (Otomatis/Sensor), 2) Kapal cepat dengan sistem manual (Remote Control), dan 3) Kapal cepat Fuel Engine (Manual System). Perbedaan penting dari ketiga kategori tersebut terletak pada sistem otomasinya dan tantangan yang harus diselesaikan.

Namun tugas yang harus diselesaikan tetap sama yaitu drag test dan manuver test, hanya saja lintasan untuk kategori autonomus sendiri yang berbeda dari dua kategori lainny a.Drag test yaitu menghitung berapa lama waktu yang bisa ditempuh kapal pada lintasan yang disediakan, sedangkan maneuver test yaitu kapal harus bisa melewati bola-bola pada lintasan, semakin banyak jumlah bola yang dilewati semakin banyak bola yang dilewati, semakin banyak poin yang diraih.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merupakan Tuan Rumah dalam kontes tersebut. Tim BARUNASTRA yang terdiri dari NALA dan ACALENDRA-2 yang merupakan tim perwakilan dari ITS yang melakukan penelitian dengan membuat model kapal “Barunastra Nala” pada kategori Kapal Autonomous , model kapal “Barunastra Mark-III” pada kategori Kapal Cepat Sistem Manual, guna berpartisipasi dalam KKCTBN 2013. Dengan sumber daya yang ada, partisipasi Tim NALA, dan ACALENDRA-2 juga dilakukan guna menerapkan Teknologi Maritim oleh mahasiswa Indonesia pada umumnya dan mahasiswa ITS pada khususnya yang selama ini masih belum sepenuhnya menjadi tuan rumah di Laut Nusantara.

Saya tergabung di tim NALA, bersama mahasiswa-mahasiswa dari jurusan elektro, informatika dan jurusan saya sendiri. Kapal kategori autonomous harus memiliki sistem  otomatis dan sensor maka dari itu memerlukan mahasiswa yang mengerti akan hal tersebut.

Saya sendiri memegang bagian mekanik, yaitu dari pembuatan kapal, pemolesan kapal, pemasangan sistem propulsi atau penggerak,yang intinya yang berbau dengan hal-hal fisik pada kapal. Bermodal dari ilmu-ilmu yang didapat selama perkuliahan dan dari senior-senior serta teman-teman dari METIC (Marine Tecnhology and Inovation Club), tanpa adanya pengalaman dibidang tersebut dan juga masih berada di semester 3, saya tetap menekatkan diri untuk tetap membuat kapal tersebut.  Sehingga tercipta kapal berjenis Trimaran yaitu kapal yang meiliki tiga lambung kapal.

Setelah adanya seleksi proposal dari dikti, akhirnya tim Barunastra ITS yaitu tim NALA dan ACCALENDRA-2 bisa pergi menjadi finalis dimana harus bersaing dengan 9 kontestan lain dari perguruan tinggi dan poltek untuk meraih juara 1, 2, dan 3 serta best design dari tiap kategori.

Selama persiapan menuju perlombaan memang beberapa kali terjadi masalah, bahkan harus terus lembu-lembur hingga pagi selama sebulan lebih. Memang pekerjaannya lebih sering dilakukan di malam hari karena pagi dan siang hari masih tetap harus menjalankan tugas sebagai mahasiswa.

Bermodal persiapan yang lebih walaupun setiap anggota tim belum memiliki pengalaman sama sekali, tim NALA tetap menargetkan meraih juara 1. Selama perlombaan tim NALA berhasil membuat takut kontestan lain karena saat drag test mampu menjadi kapal yang tercepat yaitu 16 detik. Namun saat manuver test terjadi masalah yang menyebabkan kapal hanya mampu melewati 2 bola, padahal terdapat 4 bola dan itupun kapal harus bisa kembali melewati bola tersebut untuk menuju finish.

Penentuan juara ditentukan  dari akumulasi poin yang diraih. Saat pengumuman pemenang, tim NALA harus mengakui kekalahan untuk tahun ini. Nasib berbeda dengan tim ACCALENDRA-2 yang bisa juara 1 dan best design dikategorinya. tim NALA tahun depan tetap bertarget menjadi juara 1 dengan mempersiapkan segalanya dari dini, dan bermodal dari pengalaman tahun ini serta akan membenahi kekurangan – kekurangan yang ada pada tahun ini.

Berkat dari mimpi yang saya miliki saya akan lebih berusaha melakukan yang terbaik, mungkin kata juara memang masih belum kami raih kala itu. Tapi kami yakin Tahun depan kami akan membawa titel juara pulang amiin..

Foto -Foto Bersama Tim NALA

IMG_20131126_142205

Foto Bersama Tim NALA

IMG_20131126_162508

Foto Bersama Tim NALA

IMG_20131126_144249

Foto Bersama Tim Kampus Lain

IMG_20131126_144507

 

Foto Kapal NALA bersama kapal kampus lain


 

amt

sejarah menunjukkan bahwa kemajuan dan kesejaheraan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mengembangkan dan memanfaatkan IPTEK. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kualitas SDM yang dimiliki bangsa tersebut.

Kriteria SDM yang berkualitas dapat dilihat dari sisi keseimbangan antara softskill dan hardskill. Hardskill berkaitan dengan kemampuan akademik dan IPTEK. Sedangkan Softskill merupakan kemampuan diluar teknis dan akademis yang lebih mengutamakan kemampuan interpersonal dan intrapersonal. Kemampuan softskill seperti kemampuan seseorang  yang menyusun target masa depan, memotivasi, memunculkan kepercayaan diri, tingkah laku, jiwa kepemimpinan dll. Softskill sendiri tidak dapat dibentuk dengan seketika dan melalui jalan instant namun merupakan sebuah kebiasaan baik yang dilakukan berulang – ulang sehingga menjadi sebuah karakter.

Sistem pendidikan di SMP/MTS dan SMA/MA hanya menitikberatkan pada pemahaman hardskill dan kurangnya pembelajaran softskill yang sangat dibutuhkan oleh siswa ketika lulus kelak agar dapat berkompetisi dengan lulusan di kota lain.

Ooleh karena itu, dibutuhkan suatu solusi terhadap permasalahan yang ada mengenai rendahnya kualitas sumber daya manusia dan kualitas pendidikan siswa SMP/MTS dan SMA/MA. Pelatihan yang berupa penanaman softskill akan menunjang hardskill siswa. Oleh karena itu, semenjak dini perlu ditanamkan nilai-nilai softskill melalui pelatihan manajemen diri yang disertai media buku agenda sebgai buku penyusunan target dan monitoring target dalam perencanaan masa depan akan mengembangkan kecerdasan softskill dan menanamkan nilai positif pada anak.

Untuk itu diadakan keigiatan Achievment Motivation Training, yang bertema “Remaja Desa Berprestasi, Mewujudkan Mimpi.”

Dalam hal ini saya bersama teman-teman dari IYP (Indonesia Youth Productive) membuat acara AMT yang dilaksanakan di sekolah kami ketika SMA dulu yaitu SMA Negeri 2 Tanggul. Disini kinerja saya adalah sebagai panitia sekaligus MC acara. Ini adalah pertama kalinya saya menjadi MC. Untuk Pemberi motivasi sendiri ada 3 orang yaitu mas  Halim (Mahasiswa Prestatif dari Teknik Kimia-ITS), mas Fani (Mahasiswa Prestatif dari T. Material dan Metalurgi-ITS), mas Maktum (Mahasiswa Prestatif dari T. Kimia-ITS). Disini pemberi motivasi memang masih muda-muda, tapi jangan salah mereka sudah memiliki segudang pengalaman yang menginspirasi.

Kegiatan berlangsung sangat seru dimana adik-adik terlihat sangat antusias. Serta dengan adanya simulasi-simulasi yang dibuat oleh pemateri, membuat adik-adik lebih ke trigger motivasi mereka.

Ada 2 simulasi pertama adalah menuliskan mimpi di masa depan sebanyak-banyaknya, lalu nantinya akan dibacakan didepan dan diamini oleh seluruh orang di tempat pelatihan. Untuk simulasi kedua adalah membuat pohon harapan dimana kita menempelkan harapan kita pada pohon harapan tersebut, berharap akan bisa terwujud dimasa depan kelak. Dalam hal ini saya juga ikut menempelkan juga hehe

Ada kata-kata yang selalu saya ingat saat pelatihan yaitu “Milikilah mimpi dalam hidupmu, karena tanpa adanya mimpi hidupmu tidak akan terarah”

Semoga saya juga bisa menjadi peraih mimpi di masa depan kelak amiin

“D”

Khasiat Surah Al-Ikhlas

Posted: 22 Maret 2013 in Religi
Tag:

qurqn

Teman – teman pasti tahu tentang surah Al-IKHLAS, Tapi apakah tau khasiat dari surat tersebut ?

Mungkin kebanyakan menjawab TIDAK. Saya akan mencoba memberikan sedikit informasi tentang khasiat Surah Al-Ikhlas menurut referensi yang saya punya :

  1. Abu Sa’id Al-Khanafi menerangkan : Surah ini dinamakan Al-Ikhlas. artinya bersih atau lepas maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas maka ia akan dilepaskan kesusahan-kesusahan duniawi, dimudahkan dalam gelombang sakaratul maut.
  2. Ibnu Syihad Al-Zukhri menerangkan : Rasullah S.A.W bersabda : “Siapa membaca Suratul Ikhlas seolah-olah ia membaca sepertiga Al-Qur’an”.
  3. Riwayat dari Sayyidina ‘Ali r.a. :Siapa membaca Suratul Ikhlas 11 kali sesudah sembahyang subuh, maka syaitan tidak akan dapat menggodanya untuk memperbuat dosa, meskipun syaitan itu hendak bersungguh-sungguh menggodanya pada waktu itu.
  4. Sayyidah ‘Aisyah menerangkan :” Dari nabi Muhammad S.A.W. “Siapa membaca sesudah selesai sholat jum’at surat Al-Ikhlas 7 kali, Surah Al-Falaq 7 Kali, dan Surah Annaas 7 kali, maka Tuhan akan melindunginya dari kejahatan sampai kehari jum’at yang akan datang.
  5. Dari Sayyidina ‘Ali r.a. dari Rasulullah : “Siapa hendak pergi musafir kemudian ia hendak meninggalkan rumahnya, ia membacakan surat Al-Ikhlas 11 kali, maka Tuhan memelihara rumahnya sampai ia kembali”.
  6. Sayyidina Ands menerangkan dari Rasulullah S.A.W. “Siapa membaca Suratul Iklhlas 30 kali, maka Tuhan akan menulis barakah, selamat dari api neraka dan aman dari azab pada hari kiamat”.

Mungkin itu beberapa khasiat dari referensi yang saya miliki. Keyakinan hati adalah suatu kunci agar doa kita diterima.

Tips memilih jurusan

Posted: 2 Januari 2013 in Other
Tag:

Fakta yang ada saat ini, ada yang bilang jurusan teknik informatika itu jurusan terbaik. Ada yang bilang jurusan kedokteranlah yang terbaik. Tapi bagi saya sendiri tidak ada yang namanya jurusan terbaik. Memang benar, teknik informatika atau kedokteran sering meraih predikat jurusan dengan passing grade tertinggi. Tapi apakah dengan begitu, kedua jurusan tersebut layak menyandang predikat jurusan terbaik? Itu Cuma berdasarkan banyak peminat. Dan apakah kedua jurusan tersebut bisa menjamin masa depan Anda?

Kuliah itu seperti halnya bepergian. Dan selayaknya bepergian, kita harus punya tujuan. Karena pergi tanpa tujuan hanya akan membuat kita kebingungan di tengah jalan dan membuat kita merasa tidak punya arah serta akan membuat merasa tidak nyaman. Atau biasanya bisa disebut galau…

Kalau kuliah itu bisa dianggap sebagai sebuah perjalanan. Jurusan itu layaknya sebuah bus umum yang bertugas mengantar kita sampai ke tujuan. Memang benar, ada beberapa bus yang memiliki fasilitas yang lebih memadai dibandingkan dengan bus-bus yang lain. Bus berfasilitas lengkap ini biasanya memiliki plat merah (difasilitasi pemerintah). Orang-orang biasanya menamakan bus ini sebagai universitas negeri atau institut negeri.Tapi asal kalian tahu saja kalian memilih universitas atau institut itu dibiayai oleh uang rakyat. Tidak sedikit uang rakyat yang diberikan untuk mengurangi biaya kuliah anak bangsa ini, berjuta-juta dihabiskan demi kemajuan anak bangsa. Untuk itu tak jarang kenapa biaya di suatu universitas atau institut menjadi lebih murah.

Tapi ada juga bus berfasilitas lengkap lain yang dioperasikan secara mandiri. Dan karena dioperasikan secara mandiri, tarif yang harus dibayarkan untuk naik kendaraan ini biasanya lebih mahal daripada ketika kita naik bus berplat merah.

Selanjutnya, bayangkan perguruan tinggi itu sebagai perusahaan yang menyediakan armada kendaraan. Karena dengan begitu, kita akan menganggap semua jurusan yang ada dalam institusi tersebut setara. Tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih buruk kualitasnya.

Saya tidak paham apa yang membuat orang-orang beranggapan bahwa jurusan A lebih baik daripada jurusan B atau sebaliknya. Karena setiap jurusan itu mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Seperti halnya pertanyaan saya di atas, bagaimana mungkin bus jurusan Bali dibandingkan dengan bus jurusan Bandung?

Kalau saya memang ingin ke pantai kuta, tentu saya akan lebih memilih bus dengan tujuan Bali. Bukannya bus dengan tujuanBandung. Begitupun sebaliknya.

Oleh karenanya, hal pertama yang harus dipahami dan disadari oleh semua teman-teman yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah apa minat dan potensi yang dimiliki.

Akan ke mana sih sebenarnya kalian nantinya?

Karena minat dan potensi inilah yang akan jadi kompas dan penunjuk jalan ke mana seharusnya menentukan tujuan.

Kalau memang minat dan potensi kalian di dunia komputer dan pemrograman ya mending memilih jurusan teknik informatika. Kalau memang minat dan potensi kalian ada di dunia fisika, khususnya bidang elektronika yang mending memilih jurusan teknik elektro. Kalau memang minat dan potensi kalian ada di dunia fisika dan kimia, ya mending memilih jurusan teknik kimia. Kalau memang minat dan potensi kalian ada di dunia medis dan biologi, ya mending memilih kedokteran. Begitu seterusnya.Untuk mengetahui jurusan yang sesuai dengan minat dan potensi bisa melalui beberapa cara. Jangan hanya berpacu pada satu cara, karena belum tentu akurat kebenarannya. Contoh cara-cara yang mungkin bisa dilakukan, yaitu : dengan mencari info di dunia maya, membaca buku-buku terutama yang didapat di lembaga bimbel kalian, atau bisa Tanya kakak-kakak kalian yang sudah menjadi mahasiswa di Perguruan tinggi.

Bayangkan masa-masa memilih jurusan itu seperti halnya memilih bus ketika berada di terminal. Jangan sampai salah pilih bus. Karena kembali ke terminal awal setelah melakukan perjalanan itu butuh waktu dan biaya tambahan. Apalagi ketika Anda kembali ke terminal belum tentu Anda mendapat bus yang Anda inginkan. Hal itu akan justru akan sangat merugikan bagi Anda. Anda bisa menjadi penumpang terlantar.

Salah pilih jurusan itu sama halnya dengan salah memilih bus. Seringkali akan membuat kita kurang merasa nyaman selama perjalanan. Tapi tidak semua salah memilih bus itu buruk, bisa saja bus yang menuju tempat bagus, walaupun itu tidak Anda kenali. Karena bisa saja jurusan tersebut merupakan masa depan bagi Anda. Rasa cinta bisa muncul ketika Anda terjun pada sesuatu dan mulai terbiasa dengan hal itu. Dan Anda juga jangan pernah menutup pintu hati Anda untuk mencintai jurusan itu. Sebenarnya ketika anda salah memilih bus diberikan dua pilihan kembali lagi keterminal awal atau terus mengarungi perjalanan bersama bus itu.Namun, tak jarang juga banyak anak yang tersesat pada suatu jurusan justru dia menjadi lebih sukses.

Ingat, jangan pernah termakan dengan isu dan godaan atau promosi. Menjadi siswa paling pandai di kelas itu bukan berarti harus masuk kedokteran atau teknik informatika kok. Kenali minat dan potensi diri. Karena dengan begitu kalian tidak akan kebingungan menentukan destinasi.

Sekali lagi. Jurusan terbaik itu cuma ilusi. Yang ada itu jurusan paling sesuai dengan minat dan potensi diri.

Segera kenali minat dan potensimu, sebelum kamu menyesal di akhir nanti !!!!


Indonesia adalah sebuah negara yang diakui sebagai negara kepulauan semenjak adanya Deklarasi Djoeanda tahun 1957. Dalam hal ini laut adalah suatu hal yang di utamakan. Hal ini berdasarkan dari sejarah nenek moyang bangsa Indonesia sendiri yang merupakan sebuah bangsa maritim yang kuat yang mampu menguasai lautan Nusantara ini. (Yamin, 2009)

Faktanya, pada era ini arti dari negara kepulauan sendiri berbeda dengan arti dan maksud sesungguhnya. Negara kepulauan hanyalah sebuah kata yang menjadi kata yang diingat di setiap fikiran insan di bangsa ini, namun tidak sejalan dengan praktek sesungguhnya. Negara kepulauan sebenarnya lebih mengutamakan di kebahariannya, namun untuk Indonesia sendiri laut hanyalah seperti sebuah potensi yang tertidur. Bangsa Indonesia sendiri justru lebih mengutamakan pembangunan di sektor darat, dan meninggalkan kebahariannya. (napitupulu, 2009)

Sampai saat ini sektor laut untuk negara Indonesia lebih banyak dikuasai investor asing. Banyak kapal-kapal asing di Indonesia namun berbendera Merah Putih, dan minimalya kapal milik Indonesia sendiri yang layak pakai. Bahkan dalam bidang pertahanan, kurangnya perhatian pemerintah pada pertahanan sektor laut membuat lemahnya pertahanan negara ini. Padahal pertahanan laut adalah suatu hal yang sangat penting bagi negara kepulauan ini yang luas lautnya 2/3 dari luas keseluruhan. Bahkan semboyan Jalesveva Jayamahe milik angkatan laut Indonesia yang artinya di laut kita jaya tidak akan ada artinya tanpa adanya bantuan dari pihak pemerintah sendiri untuk mempertahankan negara kepulauan Indonesia ini. (Mukhtar, 2008)

Salah satu keberhasilan pemerintahan kolonial yaitu membangun ingatan kolektif baru bahwa anak-anak negeri ini bukan pelaut. Dengan satu dan cara lain, kita sebagai bangsa diposisikan sebagai manusia daratan, dimana aktivitas pertanian adalah yang utama. Hingga kini. (Yamin, 2009)

Laut diyakini akan jadi tumpuan masa depan bagi umat manusia, lebih-lebih bagi Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berupa laut. Di dalamnya begitu banyak sumber daya alam yang belum tergarap dan dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat manusia. (Hadinoto, 2009)

Kesadaran wilayah Indonesia sebagai Negara maritim, yang 2/3 luasnya berupa laut, begitu jauh dari generasi muda. Sebut saja mahasiswa. Kenyataan itu tidak mengherankan karena  bangsa ini memang tidak jua berpaling dari pada kekuatan sebagai negara maritim. Saat bicara tentang kelautan Indonesia yang begitu luas, yang ada di benak anak-anak muda baru sebatas kekaguman betapa sebenarnya Indonesia ini luar biasa. Angan-angan pun melambung, membayangkan betapa Indonesia bisa jadi negara makmur jika mampu memanfaatkan sumber daya alam di laut yang belum banyak dilirik dalam pembangunan bangsa. (napitupulu, 2009)

Ironisnya, ketika laut jadi incaran banyak orang, ketika dunia makin percaya bahwa masa depan umat manusia berada di laut, kita sebagai bangsa yang lebih dari dua pertiga wilayahnya berupa laut justru masih saja berpaling ke darat. Laut diposisikan sebagai halaman belakang, sekedar tempat leyeh-leyeh, menikmati senja matahari terbenam. Deklarasi juanda sendiri telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dalam kenyataannya pun tidak diikuti kebijakan-kebijakan yang lebih berorientasi pada pembangunan bermatra kelautan. Kini justru yang dibangga-banggakan adalah sebagai negara agraris. Walaupun kenyataannya kita masih harus impor kebutuhan pokok. (Hadinoto, 2009)

Dana APBN dari negara sendiri untuk pembangunan di kelautan sangat minim, berbeda dengan pembangunan di sektor darat. Faktor kecilnya perhatian pemerintah ini membut kedaulatan Indonesia terancam. Negara dengan panjang pantai terpanjang kedua ini di dunia sangat sulit untuk mempertahankan kedaulatannya terutama di laut. Keterbatasan juga terjadi dalam peralatan pertahanan milik TNI AL sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi. Hal ini menjelaskan bahwa penjaga laut tidak sebanding dengan wilayah laut yang harus di awasi. (Mukhtar, 2008)

Bukan tidak mungkin pula jika selat malaka yang selama ini ditolak Indonesia dan Malaysia dalam segala hal Internationalisasi, mampu dijadikan sebagai selat Internationalisasi untuk pelayaran bangsa-bangsa seperti Amerika, Jepang, dan Inggris. Bahkan Singapura sendiri pun juga ikut serta dalam hal menginternasionalisasi selat malaka demi kemajuan pelabuhan mereka. Ini akibat kurangnya perhatian pemerintah dalam hal territorial negara ini. (grammys@kompas.com, 2009)

Kondisi ini jauh berbeda dengan Singapura, sebagai negara tetangga Indonesia. Peranan pulau-pulau yang tadinya sangat penting dalam jalur perdagangan termasuk kepulauan Riau, tenggelam dengan mencuatnya Singapura. Negeri Singa itu justru berkembang menjadi negara maju dengan pelabuhan yang penting bagi dunia. Hal itu akibat dari Indonesia sendiri yang berfokus ke darat dan mengabaikan watak dasar keindonesiaan sebagai negara maritim. Akibatnya pengembangan laut bagi kesejahteraan bangsa pun semakin jauh. Sebagai generasi muda bangsa ini saya harus bisa mewujudkan kekuatan Indonesia kembali sebagai negara maritim yang unggul dalam perdagangan dunia dan segala aspek. (napitupulu, 2009)

Dalam hal ini memang para mahasiswa diajak untuk bisa bekerjasama untuk mengembangkan potensi laut yang masih terlupakan. Sebagai seorang anak bangsa kita dituntut untuk bisa membangun sesuatu potensi yang tertidur ini, dalam maksud potensi kelautan Indonesia. Karena selama ini pembangunan bahari seolah-olah diinggalkan sehingga keberadaan pulau-pulau terluar dan pulau-pulau kecil terabaikan. Begitu juga dengan penggalian sumber daya bahari yang berlimpah belum tergarap dengan baik. (napitupulu, 2009)

Dalam beberapa tahun terakhir ini memang ada kegiatan-kegiatan yang bertujuan merajut simpul-simpul ke-Indonesian yang diselenggarakan Direktorat Geografi Sejarah Departemen Kebudayan dan Pariwisata. Sebut saja kegiatan Arung Sejarah Bahari. Memang kegiatan itu ditujukan untuk menyadarkan generasi muda akan semua potensi laut Indonesia dan mengulas kejayaan bangsa ini dalam bidang maritim di masa lampau serta menumbuhkan semangat kebaharian baru pada jiwa pemuda. Hal itu memang perlu terus di adakan demi memupuk kembali semangat kebaharian di kalangan generasi pemuda (zuhdi, 2009)

Sebagai generasi muda bangsa ini saya telah tersadar bahwa kita harus bisa kembali ke dunia laut. Dengan itu saya memilih teknologi kelautan sebagai upaya untuk membuka jalan walaupun masih sepersekian kecil untuk menuju Indonesia yang berbasis negara maritim. Dalam peranan teknologi sendiri, sebagai bangsa maritim harus bisa menyesuaikan dengan teknologi masa kini. Karena teknologi terus berkembang dan tidak bersifat statis. Kesadaran diri memang diperlukan dalam kebaharian dengan mengikuti jejak kejayaan bangsa Indonesia sebagai negara maritim di masa lalu. (napitupulu, 2009)

engan tersadarnya jiwa maritim akan kejayaan bangsa Indonesia dalam hal kebaharian di masa lampau, kita harus bisa mengembalikan kejayaan itu dan bangkit dari keterpurukan di masa kini .Walaupun masih tersendat atas faktor pendanaan dan perhatian dari pemerintah, serta minat dari generasi muda dalam mempelajari teknologi kelautan. (napitupulu, 2009)

Peran dan fungsi generasi muda bangsa sangatlah penting demi kemajuan kebaharian. Sebagai penerus bangsa harus bisa membangkitkan kembali bangsa ini menjadi bangsa yang jaya seperti di masa lampau. Cara terbaik adalah dengan mempelajari teknologi kelautan, karena Indonesia adalah negara kepulauan dan dua per tiga wilayahnya adalah laut. Kita harus mengenal teknologi kelautan itu sendiri dan mampu menggunakan bahkan mengembangkan. Dukungan dari pemerintah sendiri sangat jelas diperlukan. Tidak mungkinlah generasi muda bangsa ini dapat bergerak sendiri dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah. Bahkan seperti semboyan milik TNI-AL Jalasveva Jayamahe akan tidak ada artinya tanpa adanya dukungan dan perhatian dari pihak pemerintah sendiri yang masih cenderung memfokuskan pembangunan di darat.

by Dwiki Novditya Bagaskara Utama