Pelurusan Sejarah Tokoh Pengibar Bendera Pusaka 17 Agustus 1945

Posted: 28 Maret 2012 in Other

Oleh Dwiki Novditya Bagaskara Utama

Sejarah tentang tokoh yang terlibat dalam peristiwa pengibaran bendera pusaka 17 Agustus 1945 masih menimbulkan polemik. Hal tersebut karena ada beberapa orang yang mengaku bahwa dirinya ataupun anggota keluarganya mereka terlibat dalam peristiwa penting dalam sejarah Proklamasi Indonesia. Hal itu mengakibatkan kebingungan baik dari pihak pemerintah, sejarawan, ataupun masyarakat. Untuk itu, pelurusan sejarah sangat perlu dilakukan. Munculnya sebuah buku yang berjudul ”Sang Pengibar Bendera Pusaka 17 Agustus 1945” sedikit meluruskan kebenaran sejarah.

Diskusi di TV ONE dalam acara Apa Kabar Indonesia untuk meluruskan peristiwa bersejarah tersebut, hadir sebagai narasumber penulis buku sang Pengibar Bendera Pusaka 17 Agustus 1945 Nijo Sanjoyo, dan Citroseno Hendraningrat anak ke-3 dari tokoh pengibar bendera pusaka 17 Agustus 1945, serta Irawan Suhud yaitu anak dari tokoh lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Nijo Sanjoyo mengungkapan bahwa Dia menulis buku tersebut untuk meluruskan sejarah pengibar bendera pusaka 17 Agustus 1945 dan agar anak cucu kita tidak kecewa atau dibohongi. Buku tersebut ditulis menggunakan metodelogi penelitian sejarah, dan menggunakan banyak referensi bahkan lebih dari 50 referensi sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Tokoh pengibar bendera dalam buku tersebut adalah Abdul Latif Hendraningrat yang merupakan ayah mertua dari Nijo Sanjoyo dan ayah kandung dari Citroseno Hendraningrat. Tokoh lain yang dijelaskan adalah Suhud yang merupakan ayah dari Irawan Suhud.

Yang menjadi pertanyaan serius adalah tokoh almarhum Suhud yang terlihat wajahnya secara langsung dan memakai celana pende seperti yang tertera padafoto proklamasi. Namun Irawan Suhud tetap menegaskan bahwa itu adalah ayahnya almarhum Suhud. Irawan Suhud menceritakan bahwa waktu kecil ayahnya selalu menceritakan tentang proklamasi.Secara kebetulan ayah Irawan Suhud berada di tempat pengibaran bendera. Dia meyakini bahwa ayahnya tidak berbohong. Setiap orang yang berada di tempat itu disebut sebagai yang terlibat. Bahkan Irawan juga menegaskan bahwa ibu Tri Murt juga ada di tempat itu.

Dilain pihak Citroseno Hendraningrat menceritakan bahwa ayahnya menjadi pengibar bendera karena dipilih langsung yang pada waktu itu merupakan Perwira Senior (Sudanco) yang pada saat ini kita kenal sebagai Komandan Kompi. Dia juga menyebutkan beberapa tokoh yang terlibat yaitu ibu Fatmawati, Ibu Tri Murti,dan bapak Alm. Suhud. Selain itu, juga menegaskan tidak adanya ibu Rahmi Hatta dalam peristiwa tersebut.

Bapak Irawan Suhud juga memjelaskan bagaimana ayahnya bisa terlibat dalam peristiwa penting tersebut. Almarhum Suhud merupakan Barisan Pelopor Istimewa atau sukarelawan yang secara kebetulan berada di tempat itu.

Sebenarnya dari pihak keluarga tidak menuntut hak pribadi, namun menuntut hak atas ayah mereka, dan mencoba meluruskan sejarah yang sebenarnya. Jika ada pihak lain yang mengklaim yang memiliki referensi berlawanan, pihak keluarga justru senang, dan tidak akan membawanya kejalur hukum.

Dari pihak pemerintah pun sendiri juga memberikan penghargaan dengan membangun Gedung Juang di jalan Benteng Raya nomor 31 Jakarta. Di tempat ini tertera sebuah foto pengibaran bendera pusaka yang dimana dibawahnya tertera nama – nama tokoh yang terlibat. Disitu terdapat nama dari tokoh pengibar bendera Abdul Latif Hendraningrat dan Suhud seperti yang diberitahukan Irawan.

Dengan begini telah terluruskan tentang kebenaran sejarah. Sejarah adalah suatu yang akan menjadi pijakan kita dimasa depan. Akan sangat senag sekali jika itu adalah hal yang sebenarnya dan tidak ada orang yang mengklaim tentang itu. Sebagai orang muda tentunya kita harus berterimakasih kepada keluarga yang telah meluruskan tentang sejarah yang sebenarnya tanpa adanya kebohongan.

Komentar
  1. nathan mengatakan:

    coolll

  2. dwikinovditya mengatakan:

    thanks dah koment.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s